Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

KROKOT (PURSLANE)

Portulaca oleracea L.
<span>KROKOT-(PURSLANE)</span>
SINONIM:

Portulaca consanguinea Schltdl.
Portulaca fosbergii Poelln.
Portulaca intermedia Link ex Schltdl.
Portulaca latifolia Hornem.
Portulaca marginata Kunth
Portulaca neglecta Mack. & Bush

Portulaca officinarum Crantz
Portulaca olitoria Pall.
Portulaca parvifolia Haw.
Portulaca retusa Engelm.
Portulaca stellata (Danin & H. G. Baker) Ricceri & Arrigoni
Portulaca sylvestris Montandon

NAMA DAERAH:

Gelang (Melayu), Gelang (Sunda), Krokot (Jawa Tengah), Resereyan (Madura) jalu-jalu kiki (Temate).

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Caryophyllidae

Ordo

:

Caryophyllales

Famili

:

Portulacaceae

Genus

:

Portulaca L.

Spesies

:

Portulaca oleracea L.

DESKRIPSI:

Tumbuhan semak, semusim. Batang bulat, beruas, merah kecoklatan. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal tumpul , tepi rata, berdaging, tersebar, panjang 1- 3 cm, lebar 1- 2 cm, hijau. Bunga majemuk, di ujung cabang, kecil, kelopak hijau, bertaju dan bersayap, mahkota bentuk jantung, kepala putik tiga sampai dengan lima, putih, kuning. Buah kotak, berbiji banyak, hijau. Biji bulat, kecil, mengkilat, hitam. Akar tunggang, putih kotor.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Seluruh herba dalam bentuk segar

KONSTITUEN:

Daun: Asam-salisat, alantoin, kalsium, potasium, asam-rosmarinat, fosfor, asamaskorbat, magnesium alumunium, sodium, beta-karoten, niasin, zat besi, silicon, riboflavin, tin, mangan, kromium, selenium. Tanaman: Tanin. Akar: Mukopolisakarida, musilago, serat, asparagine, alantoin, potasium, kalsium, sodium, fosfor, magnesium, zat besi, beta-karoten, alumunium, asam-askorbat, kobal, managan.

INDIKASI:

Asbes, Anafilaksis, Antraks, Bakteria, Batuk, Bengkak, Bisul, Cacingan, Demam, Diabetes, Diare, Disentri, Disuria, Edema, Eksim, Erisipelas, Gatal, Gigitan hewan, Gigitan ular, Gugup, Hematuria, Hemoptisis, Herpes, Herpes jari tangan, Hiperglikemia, Hipoglikemia, Hipotensi, Infeksi, Infeksi jamur, Infeksi saluran kemih, Inflamasi, Jamur, Kanker mata, Kanker rahim, Kanker testis, Keluarnya lendir secara berlebihan, Keputihan, Kolik, Konstipasi, Kutil, Kutil pada kaki, Luka, Luka bakar, Mastosis (Benjolan pada salah satu atau kedua payudara), Memar, Mual, Nyeri (Infeksi/ Luka), Nyeri abdomen, Nyeri telinga, Oftalmia, Palpitasi, Penyakit ginjal, Penyakit hati, Penyakit jantung, Penyakit kandung kemih, Penyakit konjungtiva, Penyakit kulit, Penyakit lambung, Penyakit limpa, Penyakit paru, Penyakit pleura, Penyakit rongga mulut, Penyakit uretra, Perdarahan, Sakit gigi, Sakit kepala, Selesma, Sengatan, Shigella, Stafilokokus, Susah tidur, Tekanan darah rendah, Tekanan darah tinggi, Tumor, Ulkus, Virus, Wasir.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Herba Portulacaoleraceae berkhasiat sebagai obat diare, obat penurun panasdan obat radang lambung. Bagian yang diatas tanah mengandung garam kalium, katekolamin, norepinefrin, dopamin, vitamin A, vitamin B, magnesium. Krokot digunakan sebagai obat antibakteri, diuretik, menyebabkan vasokonstriksi, merangsang kontraksi otot polos rahim dan usus halus.

  • Orang India Amerika memborehkan jus tersebut untuk luka bakar dan biang keringat serta menggiling daun dan mengoleskan minyak pada bisul.
  • Orang Bolivia meneteskan jus tanaman ke mata untuk penyakit mata dan menyeduh biji sebagai vermifuga.
  • Orang Brazil mengkonsumsi tanaman untuk luka dan menggunakannya sebagai losion untuk mata yang sakit.
  • Orang Cherokee menggunakan jus tanaman untuk sakit telinga dan cacingan.
  • Orang Curaçao mengonsumsinya sebagai salad selama berhari-hari untuk mengatasi sembelit atau kongesti hati dan memberikan rebusan tanaman kepada anak-anak sebagai vermifuga.
  • Orang Karib Dominika menggunakan daun yangdirebus sebagai tapal untuk sakit pinggang dan dismenore.
  • Orang Haiti mengonsumsi sebagai sup atau salad untuk mengobati astenia, kelemahan dan penyakit kudis serta menggunakan rebusan daun yang
    dikeringkan untuk mengobati astenia.
  • Suku Iroquois membuat tapal untuk memar dan luka bakar serta sebagai obat yang dapat memperbaiki obat yang tidak buruk.
  • Orang Jamaika mengonsumsi rebusan sebagai tonik jantung.
  • Penduduk asli Madre de Dios menggunakan jus untuk mengobati cacingan, luka bakar, pilek, dan tuberkulosis, menggunakan rebusan herbal untuk
    penyakit ginjal dan hati.
  • Orang Navajo menggunakan tanaman untuk nyeri dan sakit lambung.
  • Orang Peru menggunakan kulit batang untuk mengobati penyakit kuning.
  • Orang Rapahanok menggunakan daun memar sebagai salep pada dermatosis.
  • Orang Trinidadans menggunakan tanaman untuk mengobati palpitasi.
  • Orang Venezuela menggunakan rebusan sebagai diuretik, laksatif dan vermifuga.
  • Indian Keres Barat menggunakan tunas sebagai minuman teh untuk diare dan sebagai pencuci antiseptik pada bekuan darah, Menggosoknya di mulut pasien yang mengalami kesulitan membuka mulut.
  • Brazil. Menggunakan biji secara oral sebagai emenagoga. Seluruh tanaman yang telah layu menyebabkan kematian pada ternak.
  • Pulau Canary. Ekstrak dengan air panas bagian yang diatas tanahdikeringkan digunakan secara oral sebagai diuretik, kalkulolitik dan untuk migrain.
  • Cina. Ekstrak daun dengan air panas digunakan secara oral untuk arthritis. Ekstrak air panas batangdigunakan secara oral untuk arthritis.
  • Dominika. Daun digunakan sebagai plester untuk mengurangi rasa sakit saat haid.
  • Eropa. Bagian tanaman yang diatas tanah dikonsumsi sebagai sayuran sejak zaman awal Romawi.
  • Fiji. Daun dan batang kering digunakan secara oral untuk nyeri lambung dan kelumpuhan.
  • Guyana Perancis. Ekstrak daun dengan air panas digunakan secara oral sebagai kolagoga.
  • Haiti. Rebusan daun kering digunakan secara oral untuk astenia.
  • Hawaii. Ekstrak air tanaman digunakan secara oral untuk asma.
  • India. Ekstrak dengan air panas daun yang dikeringkan digunakan secara oral sebagai diuretik dan penyakit hati. Daun dan tunas dimasak sebagai sayuran. Biji digunakan secara oral sebagai vermifuga.
  • Pengobatan Ayurvedik and Unani, menggunakan biji sebgai vermifuga dan akar digunakan sebagai makanan.
  • Indo-China. Biji digunakan secara oral untuk meningkatkan haid.
  • Italia. Rebusan daun yang telah dikeringkan digunakan secara oral sebagai diuretik dan pengobatan gastronomik.
  • Jamaica. Ekstrak dengan air panas seluruh bagian tanaman digunakan secara oral sebagai vermifuga.
  • Malaysia. Ekstrak dengan air panas seluruh bagian tanaman yang telah dikeringkan untuk mengobati nyeri dada.
  • New Caledonia. Biji digunakan secara oral sebagai emenagoga.
  • Nigeria. Ekstrak dengan air panas seluruh bagian tanaman segar digunakan secara oral sebagai sedatif dan tonik untuk jantung. Ekstrak dengan air panas daun segar dan kulit batang digunakan secara oral untuk nyeri otot dan nyeri pada tubuh.
  • Peru. Ekstrak dengan air panas biji dan kulit kayu yang dikeringkan digunakan secara oral sebagai antiskorbutik, antidisenterik, emenagoga dan vermifuga dan penyakit kuning.
  • Sierra leone (Sebuah negara di Afrika barat). Seduhan daun yang telah dikeringkan digunakan secara oral dicampur minyak kelapa dapat bersifat
    abortifasien.
  • Tanzania. Rebusan ekstrak dengan air panas seluruh bagian tanaman diborehkan diatas payudara sebagai galaktagoga.
  • Kepulauan Virgin. Hot water extract of aerialparts is taken orally for intestinal wormsPCl065.
  • Kepulauan Karibia (West Indies). Ekstrak dengan air panas bagian tanaman yang diatas tanah digunakan secara oral untuk meningkatkan volume haid. Ekstrak dengan air panas daun digunakan secara oral untuk nyeri haid.
  • Diare. Dipakai ±30 g herba segar Portulaca oleracea, dicuci, dikukus sampai matang, kemudian dimakan sekaligus.
  • Sakit tenggorokan. Cuci herba portulaka segar, lalu giling sampai halus dan peras sampai airnya terkumpul satu cangkir. Tambahkan sedikit boraks, lalu
    gunakan untuk kumur-kumur.
  • Sakit kepala. Cuci seluruh bagian portulaka segar, kecuali akar (30 g). Tambahkan dua gelas air, lalu rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Jika sakit berulang, lakukan 2--3 kali dalam sehari.
  • Hepatitis. Cuci herba portulaka segar (30 g), lalu giling sampai halus. Peras dengan sepotong kain, lalu minum air yang terkumpul sekaligus. Lakukan 23 kali sehari sampai sembuh.
  • Ekzema pada bayi. Cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Gunakan air perasannya untuk mengompres ekzema.
  • Bisul, koreng. Cuci tangkai segar sampai bersih, lalu giling halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.
DOSIS HARIAN:

Food farmacy. Dapat gunakan pada penggunaan tradisional diatas atau rebus seluruh herba (15-30 g) dan minum setelah dingin. Bisa juga herba segar dijus, lalu minum. Untuk pemakaian luar, cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tempelkan pada bagian yang sakit, seperti gigitan serangga, bisul, koreng, atau memar, lalu balut. Air perasan gilingan herba segar juga bisa digunakan untuk mencuci dan mengompres ekzema, luka bakar, atau tersiram air panas.

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Dapat menghancurkan asam oksalat (salah satu penyusun utama batu ginjal yang sering ditemukan),fatal bagi hewan yang digembalakan di atasnya. Sumber yang kaya akan pre-vitamin A, vitamin C dan Eserta asam lemak omega-3. Ibu hamil dilarang minum rebusan herba ini.

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. Herb-Drug Interactions, http://www.stuartxchange.com

  4. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  5. Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat

  6. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. Category: Portulaca oleracea, https://commons.wikimedia.org