Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

KUBIS (CABBAGE)

Brassica oleracea var. capitata L.
<span><b>KUBIS-(CABBAGE)-</b></span>
SINONIM:

-

NAMA DAERAH:

Kubis

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas

:

Dilleniidae

Ordo

:

Capparales

Famili

:

Brassicaceae (suku sawi-sawian)

Genus

:

Brassica

Spesies

:

Brassica oleracea var. capitata L.

DESKRIPSI:

Keluarga kubis-kubisan memiliki jenis yang cukup banyak. Yang lazim ditanam di Indonesia, antara lain kubis, kubis bunga, brokoli, kubis tunas, kubis rabi, dan kale. Jenis kubis-kubisan ini diduga dari kubis liar Brassica oleracea var. sylvestris, yang tumbuh di sepanjang pantai Laut Tengah, pantai Inggris, Denmark, dan sebelah Utara Perancis Barat. Kubis liar tersebut ada yang tumbuh sebagai tanaman biennial dan ada juga yang perenial. Kubis yang telah dibudidayakan dibuat menjadi tanaman annual. Untuk memperoleh bijinya, kubis tersebut dibiarkan tumbuh sebagai tanaman biennial. Sayuran ini dapat ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan curah hujan rata-rata 850-900 mm. Daunnya bulat, oval, sampai lonjong, membentuk roset akar yang besar dan tebal, warna daun bermacam-macam, antara lain putih (forma alba), hijau, dan merah keunguan (forma rubra). Awalnya, daunnya yang berlapis lilin tumbuh lurus, daun-daun berikutnya tumbuh membengkok, menutupi daun-daun muda yang terakhir tumbuh. Pertumbuhan daun terhenti ditandai dengan terbentuknya krop atau telur (kepala) dan krop samping pada kubis tunas (Brussel sprouts). Selanjutnya, krop akan pecah dan keluar malai bunga yang bertangkai panjang, bercabang-cabang, berdaun kecil-kecil, mahkota tegak, berwarna kuning. Buahnya buah polong berbentuk silindris, panjang 5-10 cm, berbiji banyak. Biji berdiameter 2-4 mm, berwarna cokelat kelabu. Umur panennya berbeda-beda, berkisar dari 90 hari sampai 150 hari. Daun kubis segar rasanya renyah dan garing sehingga dapat dimakan sebagai lalap mentah dan matang, campuran salad, disayur, atau dibuat urap. Kubis dapat diperbanyak dengan biji atau setek tunas.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Daun

KONSTITUEN:

Daun: Serat, pektin, potasium, asam-glutamat, asam-sinapat. Biji: Sinigrin. Bunga: Filokuinon. Tunas: Alfa-terpinen, gama-terpenin, terpinen-4-ol, verbenon, alfaterpioneol, terpinolen. Biji: Glukonapin, progaitrin, glukobrasikanapin.

INDIKASI:

Adenopati, asiditas, asma, bakteria, batuk, bengkak, bisul, demam, diabetes, dropsi, Escheri, fistula, gatal, gout, hiperglikemia, hipotiroid, indurasi, infeksi kotoran jari (felon), kalus, kanker, kanker hati, kanker kaki, kanker kelenjar, kanker lambung, kanker limfa, kanker mata, kanker payudara, kanker prostat, karsinoma, kelemahan, kandungan empedu, kolesterol tinggi, kolik, konstipasi, kulit melepuh, kutil, mabuk alkohol, nyeri, nyeri lambung, oftalmia, penyakit bronkus, penyakit hati, penyakit infeksi jamur, penyakit jamur, penyakit kelenjar, penyakit ludah, penyakit kulit, penyakit lambung, penyakit pankreas, penyakit peradangan, mukosa hidung (rhinosis), penyakit rahim, penyakit sclera, penyakit tiroid, penyakit usus, polip, rematik, retensi cairan, sakit kepala, sariawan, sindrom Roemheld (sindrom kardiak-gastro), tuberkulosis, tumor, ulkus, dan wasir.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Sediakan 25-30 g kubis, lalu makan mentah-mentah, sebagai lalap atau dapat juga direbus atau dijus. Untuk pemakaian dalam digunakan untuk pengobatan: kadar kolesterol darah tinggi, melindungi tubuh dari sinar radiasi, seperti sinar xray, komputer, microwave, dan televisi berwarna, antidote pada mabuk alkohol (hangover), racun di hati, menghilang-kan keluhan prahaid (premenstrual sindrom), meningkatkan produksi ASI, mencegah tumor membesar, mencegah kanker kolon dan rektum, borok (ulcus) pada saluran cerna, dan sulit buang air besar (sembelit). Untuk pemakaian luar, jus kubis dapat digunakan untuk mencuci liang sanggama yang gatal akibat jamur Candida albicans (Candidosis vaginalis). Selain itu, ramuan ini dapat digunakan untuk mencuci luka, menyembuhkan jamur di kulit dan kepala (dengan cara dioleskan), serta mengompres bagian tubuh yang memar, membengkak, atau nyeri sendi/ radang sendi (artritis), gatal akibat jamur candida (candidiasis), jamur di kulit kepala, tangan, dan kaki

  • Jus kubis merah digunakan untuk batuk kronis, bronkitis, asma.
  • Jus kubis putih digunakan untuk mengobati kutil.
  • Daun kubis putih yang ditumbuk digunakan untuk melepuh.
  • Jus kubis digunakan untuk mempercepat penyembuhan ulkus lambung.
  • Dalam pengobatan tradisional Eropa, daun digunakan untuk peradangan akut.
  • Dalam pengobatan tradisional Iran, digunakan untuk penyembuhan luka.
  • Premenstrual sindrom, kandidiasis dan infeksi jamur. Minum jus kubis segar setiap hari. Jus kubis juga dapat digunakan untuk mencuci kemaluan (vaginal douche).
  • Sembelit. Makan lalap kubis setiap hari, baik yang mentah atau matang.
  • Ulkus pada saluran cerna. Minum 1/2 gelas jus kubis segar, lakukan dua kali sehari.
  • Melindungi tubuh dari sinar radiasi. Makan kubis segar setiap hari sebagai lalap atau minum jus kubis.
  • Meningkatkan produksi ASI. Jus kubis dapat diberikan kepada ibu hamil beberapa saat sebelum melahirkan.
  • Menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi. Cuci 1/4 bagian kubis segar berukuran sedang sampai bersih, bilas dengan air matang, lalu potong-potong seperlunya. Jus kubis tersebut, lalu minum sarinya sekaligus, lakukan setiap hari.
  • Dapat membunuh, mengusir cacing, mengobati artritis.
DOSIS HARIAN:

Food farmacy, namun jangan berlebihan ketika mengkonsumsi kubis. Dalam bentuk kapsul 75 mg, 370 mg. 470 mg dan 475 mg. Ekstrak segar, setara dengan 7-11 mg ruscogenin total (ditentukan sebagai jumlah neoruskogenin dan ruskogenin yang diperoleh setelah fermentasi atau hidrolisis asam).

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Belum diketahui. "Bahaya dan atau efek samping yang tidak diketahui untuk dosis terapi yang tepat". Ekstrak tanaman ini terbukti tidak beracun dalam penelitian uji coba dengan hewan (Yurtsever & Yardimci 1999). Dikontraindikasi- kan pada pasien hipotiroidisme dan gondok eutiroid, karena kubis dapat mengurangi fungsi tiroid dan dapat mengurangi atau mengganggu penyerapan yodium (Brinker 1998). Berinteraksi dengan antikoagulan prothrombopenik: Antikoagulan seperti bishydroxycoumarin (Dicoumarol®), warfarin (Coumadin®) dan acenocoumarol dapat menjadi antagonis atau terhalang oleh konsumsi daun kubis secara bersamaan karena kandungan vitamin K yang tinggi pada daun kubis. Berinteraksi dengan obat hipotiroid: Karena daun kubis bersifat goitrogenik, maka daun kubis dapat mengurangi asupan iodin tiroiddan mengganggu pengobatan tiroid (Brinker 1998). Kekurangan yodium dapat dicegah dengan memperbanyak mengonsumsi makanan sumber yodium, seperti rumput laut. Tapal kubis dapat menyebabkan kulit melepuh jika digunakan selama beberapa jam. Kubis termasuk makanan berserat, konsumsi berlebihan dapat menimbulkan rasa penuh, kembung, gas di dalam perut dan mengganggu penyerapan zat gizi tertentu.

SUMBER INTERNET:
  1. -

TAUTAN GAMBAR:
  1. -