KURMA (DATES)
Phoenix dactylifera L.
SINONIM:
Palma dactylifera (L. ) Mill.
Phoenix chevalieri D. Rivera, S. Rìos & Obón
Phoenix iberica D. Rivera, S. Rìos & Obón
Palma dactylifera (L. ) Mill.
Phoenix chevalieri D. Rivera, S. Rìos & Obón
Phoenix iberica D. Rivera, S. Rìos & Obón
KLASIFIKASI:
|
Kerajaan
|
:
|
Plantae (Tumbuhan)
|
|
Sub Kerajaan
|
:
|
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
|
|
Super Divisi
|
:
|
Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
|
|
Divisi
|
:
|
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
|
|
Kelas
|
:
|
Liliopsida (Berkeping satu/ Monokotil)
|
|
Sub Kelas
|
:
|
Arecidae
|
|
Ordo
|
:
|
Arecales
|
|
Famili
|
:
|
Arecaceae
|
|
Genus
|
:
|
Phoenix L.
|
|
Spesies
|
:
|
Phoenix dactylifera L.
|
DESKRIPSI:
Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m. Buah yang dihasilkan oleh pohon kurma dikenal sebagai buah kurma. Bentuk buahnya lonjong-silinder dengan panjang 3-7 cm, berdiameter 2-3 cm dan ketika masih muda warnanya merah cerah ke kuning terang, tergantung dari jenisnya. Kurma memiliki biji tunggal yang ukuran panjangnya sekitar 2-2,5 cm dan tebalnya 6-8 mm.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Biji, buah, bunga dan daun
KONSTITUEN:
Buah: Sukrosa, glukosa, fruktosa, polifenol, serat, asam-laurat. Biji: Asam-oleat, sukrosa, asam-palmitat. Tanaman: Galo-tanin, elagitanin. Kulit pohon: Apigenin, asam-benzoat, kampesterol, lupeol, lupeol-asetat. Polen atau spora: Beta-amirin, beta-sitosterol, kolesterol, estron, kuersetin.
INDIKASI:
Adenopati, ague, anemia, asma, batuk, dada, demam, diare, flu, gonorea, halitosis, impotensi, indurasi, infeksi, infertilitas, inflamasi, jamur, kandida, kanker, kanker abdomen, kanker hati, kanker kandung empedu, kanker lambung, kanker mulut, kanker parotid, kanker tenggorokan, kanker testes, kanker usus besar, kanker uterus, kanker vagina, kehausan, kelumpuhan, keratosis, koma, kondilomata, konstipasi, kutil, lepra, longevitas, luka, mastosis, mikosis, mual, neurastenia, nyeri lambung, oftalmia, penyakit bronkus, penyakit buah pelir, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit jamur, penyakit kandung empedu, penyakit kelenjar parotid, penyakit kemih dan kelamin, penyakit lambung, penyakit paru, penyakit rahim, penyakit usus, penyakit vagina, pterigia, retensi cairan, sakit gigi, sakit kepala, sakit tenggorokan, selesma, sterilitas, tuberkulosis, wasir.
PENGGUNAAN TRADISIONAL:
Biji digunakan untuk mengobati sifilis dan tonik untuk rambut.
- Ekstrak kurma memiliki efek tertinggi pada semua strain bakteri yang diisolasi dariradang amandel.
- Orang Algerian merokok dengan serbuk biji untuk mengatasi demam.
- Orang Aljazair mengisap serbuk biji untuk demam.
- Orang Arab menganggap hormon estrogen yang terkandung dalam serbuk sari (pollen) sebagai afrodisiak dan tonik. Membuat tapal dari buah pada kepala dan mata untuk sakit kepala serta buah yang diasinkan untuk memar. Kurma secara tradisional digunakan untuk tukak lambung dan bekerja. Orang Arab menggunakan buah yang masih hijau sebagai astrigen untuk wasir, menerapkan serbuk biji untuk berbagai macam nyeri.
- Pengobatan Ayurvediks menganggap buah sebagai aleksiterik, afrodisiak, dan tonik menggunakannya untuk asma, bronkosis, enterosis, kelelahan, demam, kusta, haus, tuberkulosis dan ketidaksadaran.
- Orang Lebanon percaya bahwa gula dari buahnya mengatasi hepatitis.
- Orang Afrika Utara menggunakan buah dalam bentuk pessary (obat supositoria vagina) dicampur ramuan lainnya untuk meningkatkan kesuburan dan membalutkan serbuk biji pada luka kelamin. Orang Afrika Utara menelan ujung tunas untuk mengatasi diare, perdarahan internal dan ikterus. Orang Afrika Utara menggunakan abu biji pada mata sebagai losion obat oles pada mata, obat cuci mata (Collyria).
- Orang Unani menganggap daun sebagai afrodisiak, hepatotonik. Bunga depuratif, ekspektoran, obat penurun panas. Buah afrodisiak, nefrotonik, digunakan untuk kelumpuhan dan pulmonosis dan menerapkan biji sebagai antiinflamasi pada luka.
DOSIS HARIAN:
Food pharmacy
KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:
"Bahaya dan / atau efek samping yang tidak diketahui dan tidak terdapat dosis spesifik tertentu. Ekstrak 5% menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan C. albicans yang lebih baik dibandingkan Amfoterisin B. Ekstrak kurma menyebabkan pecahnya isi sitoplasma dari sel-sel ragi. Terlepas dari perbedaan struktural antara sterol tanaman dan hewan, sterol hewan tertentu telah ditemukan pada tanaman. Estron, misalnya, telah ditemukan pada polen atau spora kurma (Phoenix dactylifera), sementara testosteron terdapat pada serbuk sari pinus (Pinus sylvestris). Sejumlah besar hormon molting serangga juga ditemukan pada tanaman. Esterone memiliki efek: antiimpotensi, antimenopausal, antiprostata-denomik, antivaginitik, afrodisiak, karsinogenik, estrogenik dan transdermal.
SUMBER INTERNET:
-
Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html
-
Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go
-
Kurma, https://id.wikipedia.org
-
The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org
TAUTAN GAMBAR:
-
Category: Phoenix dactylifera L. , https://commons.wikimedia.org