LABU AIR (BOTTLE GOURD, CALABASH)
Lagenaria siceraria (Molina) Standl.
SINONIM:
Cucumis bicirrha J. R. Forst. ex Guill. ,
Cucumis lagenaria (L. ) Dumort. ,
Cucumis mairei H. Lév. ,
Cucurbita ciceraria Molina,
Cucurbita idolatrica Willd. ,
Cucurbita lagenaria L. ,
Cucurbita leucantha Duchesne,
Cucurbita pyriformis M. Roem. ,
Cucurbita siceraria Molina,
Cucurbita vittata Blume,
Lagenaria bicornuta Chakrav. ,
Lagenaria idolatrica (Willd. ) Ser. ex Cogn. ,
Lagenaria leucantha (Duchesne) Rusby,
Lagenaria vulgaris Ser.
NAMA DAERAH:
Labu air, Labu frangi (Melayu), Tabu (Sumatra Utara), Kukuk (Sunda) Labu ayer, Waluh Kenti (Jawa), Labu lente (Madura), Karobu (Sumba Timur), Labu putih, Sambiki (Manado).
KLASIFIKASI:
|
Kerajaan
|
:
|
Plantae (Tumbuhan)
|
|
Sub Kerajaan
|
:
|
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
|
|
Super Divisi
|
:
|
Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
|
|
Divisi
|
:
|
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
|
|
Kelas
|
:
|
Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)
|
|
Sub Kelas
|
:
|
Dilleniidae
|
|
Ordo
|
:
|
Violales
|
|
Famili
|
:
|
Cucurbitaceae
|
|
Genus
|
:
|
Lagenaria Ser.
|
|
Spesies
|
:
|
Lagenaria siceraria (Molina) Standl.
|
DESKRIPSI:
Herba semusim dengan panjang 2-3 m. Batang memanjat atau menjalar, bersegi, gundul, memiliki alat pembelit, dan berwarna hijau. Daun tunggal, berwarna hijau, bertangkai silindris, tersebar, bulat, berlekuk menjari, bagian tepinya bergerigi, pertulangannya menjari, pangkal membulat dengan diameter 10-40 cm, dan permukaannya kasar. Bunga tunggal, berumah satu, terletak di ketiak daun, bunga jantan (bertangkai silindris, pendek, dan berwarna hijau kekuningan), mahkota (terdiri dari 5 helai, bagian ujungnya berlekatan, dengan panjang 2-5 cm), benangsari berjumlah 5 dengan panjang 1-1,5 cm, putiknya berjumlah 3 dan bunga betina berwarna hijau pucat tertutup bulu. Buah buni, bulat panjang, dan berwarna hijau kekuningan. Biji banyak, kecil, lonjong, dan berwarna putih.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Biji, buah dan daun
KONSTITUEN:
Buah labu air mengandung Cucurbitacin-B yang memiliki aktifitas: Antigibberellin, Antihepatotoksik, Antiinflamasi, Antitumor, Pencegah kanker, Cytotoxic, Insectifuge, Insectiphile dan Cucurbitacin-D yang memiliki aktifitas: Antitumor, sitotoksik, Insektifuga, insektifil.
INDIKASI:
Alopesia, Alzheimer, asma, aterosklerosis, batu, batuk, bisul, cacing pita, cacingan, delirium, demam, diare, diskinesia, disuria, dropsi, inflamasi, jerawat, kanker, keputihan, kolesterol tinggi, kolik, konstipasi, kutil pada kaki, malaria, masa kehamilan, mialgia, nyeri, nyeri badan, oftalmia, penyakit bronkus paru, penyakit gila, penyakit ginjal, penyakit gusi, penyakit hati, penyakit jantung, penyakit kandung empedu, penyakit kulit, penyakit kuning, penyakit rahim, penyakit telinga bagian tengah, penyakit vagina, perdarahan, rematik, retensi cairan, sakit gigi, sakit kepala, sendawa/perut kembung, tifus, tipoid, tumor, tungau kudis, ulkus.
PENGGUNAAN TRADISIONAL:
Penggunaan sehari-hari dapat digunakan untuk mengatasi gangguan paru-paru.
- Tunas muda dan daun digunakan untuk enema (injeksi cairan melalui anus untuk memicu pengosongan).
- Daging buah digunakan sebagai pelengkap pencahar, batuk, asma, dan penawar racun.
- Buah hijau dalam sirup digunakan sebagai pectoral (memperkuat dada dan efek penyembuhan pada sistim pernapasan).
- Jus daun atau rebusan yang diberi gula digunakan untuk perangsang muntah dan penyakit kuning.
- Daun yang dihancurkan digunakan untuk kebotakan dan sakit kepala.
- Biji juga digunakan sebagai obat cacing.
- Jus buah digunakan keasaman lambung, gangguan pencernaan dan ulkus.
- Tapal biji yang digunakan untuk bisul.
- Minyak biji untuk emolien kulit kepala, menghilangkan sakit kepala dan diabetes.
- Orang Amazon, Bolivia, dan Brasil mengguna-kan biji untuk nefritis.
- Orang India Amerika menerapkan bubur biji pada kepala yang mengalami delirium, jus buah dan minyak dididihkan dengan perbandingan yang sama
digunakan untuk memijat kelenjar yang kurang sehat, tetes hidung jus buah untuk "Rhinosis (Penyakit peradangan mukosa hidung) atrofi" dan abu dari buah dicampur madu sebagai collyrium untuk mengobati rabun senja. - Orang Brasil menerapkan daun yang dipanaskan untuk membantu persalinan dan penyembuhan luka.
- Orang Dominikan membuat sirup dari serbuk buahnya untuk asma, batuk dan suara serak.
- Orang Asia Timur menerapkan jus buah dengan jeruk nipis untuk jerawat, dan jus daun untuk kepala yang botak.
- Orang Indonesia menggunakan jus buah yang masih muda untuk melepaskan dahaga pasien tifus.
- Orang Melayu makan buahnya untuk kolik dan demam.
- Orang Nepal menganggap daging buah sebagai emetik dan pencahar, menggunakan jus untuk asam lambung, dispepsia, dan tukak.
- Orang Nikaragua menggunakan daun dan akar rebusan secara oral maupun topikal sebagai pencernaan dan pencahar, ruam kulit dan luka.
- Orang Unani menganggap buah sebagai antibilious, diuretik, dan obat penurun panas, dan biji berguna untuk urinae ardor 28, batuk, sakit telinga, demam, peradangan, dan stranguria.
- Orang Venezuela tapal daun yang dengan minyak kelapa ke tumor.
- Orang Zulu menggunakan infusan daun dan akar untuk sakit perut.
- Demam. Dipakai air perasan daging buah Lagenaria leucantha sebanyak setengah gelas, diminum sehari dua kali pagi dan sore.
DOSIS HARIAN:
Daun muda dan buahnya yang matang, hendaknya dikonsumsi setiap hari (100g per saji).
KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:
Buah yang berwarna hijau dilaporkan berpotensi racun. Daging buah diberi kan kepada kelinci, menyebabkan kegelisahan dan dispnea (sesak), kelumpuhan dan kematian dari asfiksia (keadaan kekurangan oksigen pada pernapasan yang bersifat mengancam jiwa). Daunnya mengandung 1.300 ppm steroid 250 mg/ kg, berbagai macam ekstrak, termasuk ekstrak etanol dari buah-buahan, menunjukan aktifitas yang memproteksi hati.
SUMBER INTERNET:
-
Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.htmL
-
Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go
-
The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org
TAUTAN GAMBAR:
-
Category: Lagenaria siceraria, https://commons.wikimedia.org