Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

MALAKA (EMBLIC MYROBALAN)

Phyllanthus emblica L.
<span><b>MALAKA-(EMBLIC-MYROBALAN)</b></span>
SINONIM:

Emblica officinalis Gaertn. ,

Mirobalanus embilica Burm.

NAMA DAERAH:

Malaka (Melayu), Balaka (Minangkabau), Malaka (Sunda), KemLoko (Jawa) Malakah (Madura).

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Rosidae

Ordo

:

Euphorbiales

Famili

:

Euphorbiaceae

Genus

:

Phyllanthus L

Spesies

:

Phyllanthus emblica L.

DESKRIPSI:

Habitus pohon, tinggi ± 10 m. Batang tegak, bulat, berkayu, percabangan monopodial, coklat keputih-putihan. Daun majemuk, lonjong, pangkal dan ujung runcing, panjang 14-22 mm, lebar 3,5 mm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, bulat, di ketiak daun, panjang 5-6 mm, benang sari tiga, pulih, tangkai putik berlekatan, hijau pucat, mahkota merah keunguan. Buah bundar, beruang liga, kuning pucat. Biji lonjong pipih, keras, coklat muda. Akar tunggang, putih kotor.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Buah

KONSTITUEN:

Daun, batang: Naringenin, asam-neokebulagat. Akar: Florin. Jus buah: Putranjivain A.

INDIKASI:

Alopesia, anemia, anoreksia, anuria, asites, asma, bakteria, batuk, kram, demam, diabetes, diare, disentri, dispepsia, disuria, epitaksis, erisipelas, Escherichia, fistula, gonorea, hematuria, hiperklorhidria, inflamasi, jerawat, kandida, kanker, kecanduan alkohol, kehausan, keputihan, kolera, selesma, konstipasi, konvulsi, kusta, luka, mialgia, oftalmia, penyakit bronkus, penyakit epigastrium, penyakit gusi, penyakit hati, penyakit infeksi ragi, penyakit jantung, penyakit kandung empedu, penyakit kandung kemih, penyakit kelamin, penyakit konjungtiva, penyakit kulit, penyakit kuning, penyakit lambung, penyakit otak, penyakit pankreas, penyakit paru, penyakit selaput hidung, penyakit usus, perdarahan, retensi cairan, Salmonella, sendawa/ perut kembung, skorbut, stafilokokus, streptokokus, tuberkulosis, Vibrio, virus, wasir.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Penggunaan sehari-hari dapat digunakan untuk: anemia, anoreksia, Asma, perdarahan, penyakit paru-paru dan jantung, sembelit, kejang, kram, batuk, penyakit kulit, diabetes, diare dan disentri. Buah Phyllanthus emblica berkhasiat sebagai obat sariawan dan gusi bengkak/ bernanah.

  • Dalam pengobatan India digunakan untuk meningkatkan daya ingat dan inteligensi serta tonik.
  • 50% ekstrak alkohol Phyllanthus emblicadapat melindungi hati dari keracunan parasetamol. Buah sebagai makanan yang dapat digunakan untuk pemurnian darah, tubuh yang sehat dan umur yang panjang.
  • Sariawan. Dipakai ± 50 g daging buah Phyllanthus emblica yang tua, dicuci, diparut dan peras, kemudian hasil perasannya diminum sekaligus.
DOSIS HARIAN:

Bisa dimakan langsung buahnya atau dibuat jus10-20 ml, 2–8 g buah, serbuk 3-6 g.

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Buah dapat dikonsumsi langsung sebagai makanan. Buah merupakan sumber yang kaya akan asam askorbat (jus buah malaka memiliki kadar asam askorbat 20 kali lebih dari jus jeruk). Juga kaya akan pektin. Terdapat asam elagik dan asam galik. Ekstrak alkohol dapat digunakan sebagai antibakterial and antiviral.

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  4. Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat

  5. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. Category: Phyllanthus emblica, https://commons.wikimedia.org