MANGGA (MANGO)
Mangifera indica L.
SINONIM:
Mangifera austroyunnanensis Hu
NAMA DAERAH:
Mamplam (Aceh), Lempefam (Gayo), Morpolom (Batak), Ampalam (Minangkabau) Kapelam (Lampung), Manggah (Sunda), Mangga (Jawa), Pao (Madura), Amplem (Bali), Pau (Sumba), Ayile (Gorontalo), Pau (Bugis), Taipa pao (Makasar), Maplane (Buru), Lelit (Halmahera), Guawe (Temate), Guawe (Tidore).
KLASIFIKASI:
|
Kerajaan
|
:
|
Plantae (Tumbuhan)
|
|
Sub Kerajaan
|
:
|
Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
|
|
Super Divisi
|
:
|
Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
|
|
Divisi
|
:
|
Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
|
|
Kelas
|
:
|
Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)
|
|
Sub Kelas
|
:
|
Rosidae
|
|
Ordo
|
:
|
Sapindales
|
|
Famili
|
:
|
Anacardiaceae
|
|
Genus
|
:
|
Mangifera
|
|
Spesies
|
:
|
Mangifera indica L.
|
DESKRIPSI:
Habitus pohon, tinggi ± 20 m. Batang tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, coklat. Daun tunggal, berseling, lonjong, tepi rata, ujung runcing pangkal meruncing, pertulangan menyirip, panjang 13-28 cm, lebar 3-8 cm, hijau. Bunga majemuk, berkelamin dua, bentuk malai, berambut kelopak lonjong, benang sari dan tangkai putik panjang 2-3 mm, kepala sari bentuk ginjal, putik bentuk segitiga, kuning kemerahan. Buah buni, bulat telur, hijau atau kuning. Biji keras, tebal, kuning muda. Akar tunggang, coklat.
BAGIAN YANG DIGUNAKAN:
Buah dan biji.
KONSTITUEN:
Mangiferin, asam ambolat, asam ambonat, arabinan, asam mangiferonat, kuersitin, violaxanthin dan lain-lain.
INDIKASI:
Anascara, anemia, anoreksia, apopleksi, Ascaris, asma, bakteria, batuk, cacing gelang, cacingan, demam, demam menggigil berkeringat (malaria), demam yang sangat tinggi, diabetes, diare, difteria, disentri, dropsi, epitaksis, gonorea, kaki pecah-pecah, kanker, karies, kelemahan, kolera, kulit melepuh, kutil, luka bakar, menorhagia (darah haid berlebihan), nyeri haid, oftalmia, nyeri, penyakit bronkus, penyakit gusi, penyakit hati, penyakit kandung kemih, penyakit kelamin, penyakit kulit, penyakit lambung, penyakit lidah, penyakit paru, penyakit rahim, penyakit rongga mulut, penyakit sirkulasi darah, penyakit uretra, penyakit usus, perdarahan, radang selaput lendir hidung dan tenggorokan, rematik, rakhitis, retensi cairan, rinderpest, sakit gigi, sakit tenggorokan, sengatan, sifilis, skabies, skorbut, stafilokokus, tekanan darah tinggi, tenggorokan, tumor, Vibrio, wasir.
PENGGUNAAN TRADISIONAL:
Kulit, akar, atau daun dari pohon mangga, Mangifera indica (Anacardiaceae), dimaserasi atau dibuat menjadi dekokta atau teh. Sediaan dapat diminum atau digunakan sebagai enema untuk mengobati diare. Daun dan kulit kaya akan kandungan tanin. Inilah sebabnya mengapa dapat digunakan sebagai obat diare. Namun, tidak ada studi klinis untuk mendukung hal ini. Penggunaan sehari-hari dapat digunakan untuk sariawan, cacingan, penyakit kulit, asma dan batuk.
- Di Filipina, rebusan akar dianggap sebagai diuretik.
- Di Kamboja, kulit kayu dan biji bersifat astrigen digunakan sebagai lotion yang panas untuk rematik dan keputihan.
- Di India dan Kamboja, cairan getah dari kulit kayu ditelan untuk disentri. Resin digunakan untuk stomatitis aftosa. Untuk batuk, minum infusan daun muda. Untuk diare, minum rebusan kulit atau polongnya sebagai minuman teh. Ekstrak cairan, atau infus, dapat digunakan juga untuk menoragia (Darah haid berlebihan), keputihan, pendarahan wasir, perdarahan paru-paru dan radang selaput lendir hidung. Resin getah dari kulit dan buah digunakan sebagai sudorifik dan juga sebagai antisifilitik.
- Penduduk Sindhi di Pakistan menggunakan kulit akar (bersifat pahit dan aromatik) untuk diare dan keputihan. Rebusan daun dengan sedikit madu digunakan untuk suara yang hilang. Resin getah dari kulit kayu, dicampur dengan minyak kelapa, di gunakan untuk kudis dan penyakit kulit parasit lainnya. Jus dari daun digunakan untuk disentri. Teh daun dengan sedikit madu digunakan untuk suara serak dan afonia, 4 gelas setiap hari. Serbuk daun yang kering, 1 sdm untuk secangkir air hangat, 4 kali sehari, digunakan untuk diabetes. Juga, rebusan 10-15 daun mangga segar yang digunakan untuk tujuan yang sama. Biji sebagai astrigen, vermifuga, diberikan pada diare yang berkepanjangan dan perdarahan wasir. Polong mangga yang masih hijau sebagai obat cacing. Untuk asma, perdarahan wasir, disentri kronis, hematemesis, menoragia (Darah haid berlebihan), keputihan, dan cacingan, biji diserbukkan diberikan, dengan atau tanpa madu.
- Dalam pengobatan tradisional India, biji digunakan untuk muntah, disentri, diare. Pasta terbuat dari biji, madu dan kamfer dan diaplikasikan di atas vagina untuk membuat vagina berkontraksi dan kencang.
- Daun yang dijadikan abu digunakan untuk mengobati luka bakar dan kulit melepuh. Dikunyah untuk menguatkan gusi. Sementara asap daun yang terbakar dihirup untuk cegukan, penyakit tenggorokan lainnya.
- Pasta yang terbuat dari daun dioleskan pada kutil dan digunakan sebagai salep styptic.
- Di Budiope, Uganda daunnya juga digunakan dalam pengobatan malaria.
- Buah digunakan untuk mengobati rasa sakit di perut, diare, dan untuk memuaskan dahaga (dengan Aegle dan garam).
- Di China, bubur buah digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah.
- Di Burma kulit buah sebagai tonik.
- Di Palau irisan buah muda yang dikeringkan digunakan untuk septikemia.
- Biji digunakan untuk pilek, batuk, diare, vermifuga, asma dan menoragia .
- Di Filipina, biji mentah digunakan untuk mengusir cacing dan yang dipanggang untuk diare.
- Kulit kayu digunakan untuk pengobatan demam atau sengatan matahari, kolera, rematik, sty di mata, ulserasi lidah (dengan akar Ichnocarpus dan
kulit kayu Zizyphus rugosa), haemiplegia, diare (dengan kulit kepala Streblus asper, akar Oroxylum indicum dan Helianthus annuus), disentri (dengan kulit Streblus dan Spondiaspinnata), keracunan, perdarahan uterus dan penyakit kuning. - Minyak mangga yang dihasilkan dari pengepresan biji, memiliki sejumlah besar antioksidan dan asam lemak esensial. Minyak sering digunakan sebagai nutrisi, kosmetik, mengatasi kulit kering dan menghilangkan keriput. Mangga dapat dibuat sebagai lotion, krim, balsem tubuh, lip balm, dan sabun.
- Akar dan daun sebagai diuretik, mengatasi sakit tenggorokan, batuk dan flu. Biji digunakan sebagai sabun. Kulit kayu, kotiledon, digunakan untuk mengatasi penyakit kuning, gangguan lambung dan diare.
- Selanjutnya, kombinasi tincture kulit kayu mangga (Mangifera indica) dan buah C. laevigata (5mg / kg masing-masing, per oral) dapat menurunkankolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
- 20 lembar daun Psidium guajava L. dan Mangifera indica L. dilembutkan Dua puluh daun tender tanaman, dibuat jus diberikan secara oral untuk pengobatan ternak yang terkena disentri.
DOSIS HARIAN:
20–30 butir biji dalam bentuk serbuk untuk cacingan. Intraperitoneal LD (ekstrak etanol 50%) adalah> 1000 mg / kg pada tikus.
KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:
Belum diketahui. Bahaya dan/ efek samping yang tidak diketahui untuk dosis terapi yang tepat. Sangat jarang terjadi reaksi buruk seperti anafilaksis setelah konsumsi buah.
SUMBER INTERNET:
-
Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html
-
Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go
-
Herb-Drug Interactions, http://www.stuartxchange.com
-
The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org
-
Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat
-
Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id
TAUTAN GAMBAR:
-
Category: Mangifera indica, https://commons.wikimedia.org