Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

MANJAKANI (OAKGALL)

Quercus infectoria Olivier
<span><b>MANJAKANI-(OAKGALL)</b></span>
SINONIM:

Quercus carpinea Kotschy ex A. DC.
Quercus g osseserrata Kotschy ex Wenz. ,

Quercus puberula O. Schwarz,
Quercus thirkeana K. Koch

NAMA DAERAH:

Manjakani (Melayu), jenitri (jawa).

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Rosidae

Ordo

:

Fagales

Famili

:

Fagaceae

Genus

:

Quercus L.

Spesies

:

Quercus infectoria Olivier

DESKRIPSI:

Manjakani merupakan jenis pohon kecil yang tumbuh di kawasan Yunani dan Asia Kecil, dengan tinggi mencapai 4 hingga 6 kaki. Sementara itu, manjakani dapat digunakan sebagai pengental rebusan maupun campuran sereal untuk membuat roti. Cara pemanenan: serangga Cynips tinctoria (keluarga Cynipidae) menaruh telur–telurnya pada pucuk-pucuk dan batang-batang muda, larva yang keluar dari telur tersebut mengeluarkan cairan berisi enzim yang dapat merubah pati yang terdapat dalam sel-sel disekitar larva tersebut menjadi gula, perubahan dari pati ke gula ini, makin meningkat dan merangsang sel-sel jaringan yang bulat tengahnya berongga (karena dimakan larva tersebut). Jenitri yang baik diperoleh dari jaringan yang ditinggalkan serangganya, berat dan tergantung warnanya dinamakan manjakani biru, hijau atau hitam. Jika telah ditinggalkan oleh serangganya, ringan, lebih menyerupai bunga karang dan berwarna pucat, disebut manjakani putih dan nilainya rendah.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Daun

KONSTITUEN:

Tanin (60-70%): gallotannins, terutama hexa- and heptagalloyl-glucoses Asam karboksilat fenol: asam gallic (3%), asam ellagic (2%). Ekstrak tumbuhan memiliki kandungan tannin yang tinggi, hal ini berguna dalam mengatasi diare kronis dan disentri.

INDIKASI:

Batuk, kanker ganas (cacoethes), demam, diabetes, diare, disentri, eksim, gatal karena kedinginan (chilblain), gonorea, gugup, hemoptisis, herpes jari tangan, hiperglikemia, hiperhidrosis, impetigo, indurasi, infeksi, inflamasi, iritasi, kanker, kanker gusi, kanker hidung, kanker leher, kanker mulut, kanker payudara, kanker rahim, kanker telinga, kanker tonsil, kanker uvula, kanker vagina, karsinoma, keputihan, kutil, kutil genitalis, luka, malaria, mastosis (benjolan pada salah satu atau kedua payudara), menoragia (darah haid berlebihan), nyeri, penyakit bronkus, penyakit gusi, penyakit kelamin, penyakit kulit, penyakit lambung, penyakit rongga mulut, penyakit selaput hidung, penyakit tenggorokan, penyakit tonsil (amandel), penyakit usus, perdarahan, perdarahan usus halus, polip, proktosis, prolaps, puting susu, susah tidur, wasir.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Penggunaan sehari-hari dapat digunakan untuk: Perdarahan saluran pencernaan, batuk berdarah, diare, disentri, sariawan, batuk, bronkitis, dispesia, demam, sifilis, keputihan. menoragia (Darah haid berlebihan) (perdarahan yang parah saat haid), impetigo (iritasi dan penyakit kulit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri staphylococci yang mudah menyebar dengan cepat tapi dapat diobati dengan obat-obatan antibiotik), eksim,wasir, diabetes, hyper-hidrosis dan tonsillitis. bagian dari jamu pelangsing.

  • Penggunaan eksternal meliputi pengobatan peradangan kulit dan radang dingin (frostbite): Cedera atau kerusakan kulit dan jaringan di bawahnya, paling sering pada hidung, telinga, jari, atau kaki, akibat terlalu lama terkena kedinginan. Obat wasir (sebagai salep).
  • Sebagai adjuvant: Agen farmakologis yang ditambahkan ke dalam obat untuk meningkatkan atau membantu efek obat tersebut, pengobatan kondisi kulit menular, kaligata dan radang gusi.
  • Pengobatan di India: Digunakan untuk perdarahan usus, batuk darah, diare, disentri, stomatitis ulseratif, batuk, bronkitis, dispepsia, demam, kencing nanah, keputihan, menoragia (Darah haid berlebihan), impetigo, eksim, wasir, faringodinia, diabetes, hiperhidrosis dan tonsilitis.
  • Pengobatan Cina: Disentri, hiperhidrosis, sariawan, keputihan, wasir, luka dan prolaps rektum.
DOSIS HARIAN:

Serbuk 5-20 butir biji, 5-20 tetes ekstrak cairan.

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Kandungan tannin yang bersifat astringen. Ekstrak kering menunjukkan sifat analgetik, hipoglikemik dan berkhasiat hipnosis sedatif. Dikontraindikasikan juga untuk penggunaan eksternal ketika kulit secara luas mengalami kerusakan, khususnya eksim yang menyebar di tubuh, gangguan demam dan infeksi, dan insufisiensi jantung stadium III dan IV, hipertonia stadium IV. Dilaporkan juga interaksi untuk kulit kayu: mengurangi penyerapan alkaloid dan zat dasar lainnya. Manjakani jangan digunakan lebih dari 3-4 hari.

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. Herb-Drug Interactions, http://www.stuartxchange.com

  4. Manjakani, https://id.wikipedia.org

  5. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  6. Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat

  7. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. Category: Quercus infectoria, https://commons.wikimedia.org