Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

Jam Operational: Senin - Jumat 08:00 - 17:00 WIB

MENTIMUN, TIMUN (CUCUMBER)

Cucumis sativus L.
<span><b>MENTIMUN,-TIMUN-(CUCUMBER)</b></span>
SINONIM:

Cucumis esculentus Salisb.
Cucumis hardwickii Royle
Cucumis muricatus Willd.
Cucumis rumphii Hassk.

Cucumis setosus Cogn.
Cucumis sphaerocarpus Gabaev
Cucumis vilmorinii Spreng.

NAMA DAERAH:

Kimuni (Enggano), timon (Aceh), timun, cimun (Gayo), cimun (Alas), ancimun atau cemun (Batak Oairi), cimen atau cimun (Batak Karo), ansimun (Batak Toba), asimun (Batak Simelungun), acimun (Batak Angkola), ancimun (Batak Mandailing), antimun (Simalur Tapah), melike (Simalur Lakor), timon (Simalur, Salang), laiseu (Nias), entimun (Melayu Kalbar), ketimun, mentimun, betiak (Melayu Seraway), betik (Melayu Besemah), hantimun (Melayu Lubu), lepang (Melayu Seraway, Kubu), katimu (Melayu Manado), papinyo (Melayu Maluku), hantimun, lepang (Lampung), ketimun (Dayak Busang), timun (Oayak Kenya), ketmuin (Oayak Long Gelat), tantimon (Oayak Ngaju), an simon (Oayak Olon Maanyan), katimun (Dayak Ot-danum), ketemon (Oayak Penihing, Seputan), hantimun (Dayak Sampit), lentimun (Oayak Tinggalan), sangop (Oayak Tinggalan dialek Pencangan dan Sedalir), bonteng, katimun, timun (Sunda), katimun, timun (Jawa), temon (Pamekasan), antemon (Sumenep), boyuk (Madura Kangean); Bali: katimun, ketimun, antimun (Bali Krama), antimun, timun (Sasak), dimu, timu (Bima Kolo), kadingir, kariri (Sumba Timur), kerere (Sumba Barat Laura), dimu (Sawu), daka atau koyo (Flores Lio), ndaka atau ndimu (Flores Ende), oto (Flores Sika), dimu (Solor); Alor: lohe, timung (Alor), katimu, timu, bialung (Sangir Tabukan), antimun (Sangir Tamako), katimbu walanda (Sulawesi Utara) barahang (Bantik), balaan atau masimbu (Mongondow), welaan (Tonsea), walaan (Tombulu, Tolur, Tontemboan), balaan (Tolur), limud (Totemboan dialek Tonsawang), katimu (Gorontalo, amdimuno (Boul), antimun (Toli-toli), suai (Sausus), suai (Baree), boyo, boyo karapu (Makasar), bojo (Salayar), antimu (Bugis), timung (Mandar Majene), timong (Mandar Balanipa), boyo (Mandar Binuang), kokomuk, kokomus, titimuhedu (Roti), sahtimun (Kupang), okatimun, kahoulun moruk (Timor Barat Tetum), oft malas (Timor Tengah Marae), apun (Kisar), timun (Aru); Maluku: tim un, tumun (Kai), katumin (Seram Timur Waru), pipinu (Seram Barat Sapalewa), papino (Seram Selatan Nuaulu), timur (Buru Kayeli, Lisela, Hukmina), timure (Buru Ambalau), timun (Buru Masarete), ntimu (Sula Kadail, timui (Sula Soboyo), timun (Sula Likitobi), ketimu (Sula Mangale), tim (Sula Fagudu), timu (Halmahera Selatan Weda), timu (Halmahera Utara), tim (Ternate, Tidore), kakarop (Irian Jaya Barat Kapaur), insus (Nufur), ampeyek (Beak), kansinam (Irian Jaya Utara Windesi), khamui (Irian Jaya Utara Jaurtefa), atumu (Irian Jaya Barat Oaya Kowiai).

KLASIFIKASI:

Kerajaan

:

Plantae (Tumbuhan)

Sub Kerajaan

:

Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi

:

Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)

Divisi

:

Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas

:

Magnoliopsida (Berkeping dua/ Dikotil)

Sub Kelas

:

Dilleniidae

Ordo

:

Violales

Famili

:

Cucurbitaceae

Genus

:

Cucumis

Spesies

:

Cucumis sativus L.

DESKRIPSI:

Habitus herba 1 tahun, merambat. Batang bentuk segitiga, berbulu halus, hijau. Daun tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, bertaju tiga sampai tujuh, hijau. Bunga tunggal, kelopak bentuk lonceng, benang sari 3, kepala sari panjang ± 7 mm, kepala putik tiga, kuning. Buah bulat memanjang, panjang 10-30 cm, banyak mengandung cairan, masih muda hijau berlilin putih setelah tua kuning kotor. Biji bulat, putih. Akar tunggang, putih kotor.

BAGIAN YANG DIGUNAKAN:

Buah, daun dan biji.

KONSTITUEN:

Seperti anggota famili (keluarga) Cucurbitaceae lainnya, ini juga mengandung kukurbitasin. Biji mentimum mengandung minyak lemak dan karoten, daunnya mengandung kukurbitasin C dan stigmasterol. Buah mengandung sedikit saponin, enzim pencernaan, glutation, protein lemak, karbohidrat vitamin B dan vitamin. Pada pustaka lain disebutkan bahwa pada buah kemungkinan mengandung saponin, klorofil dan flavonoid tanpa gugus hidroksil bebas pada posisi 3 atau 5. Biji juga disebutkan mengandung β-pirazolilalanin, suatu asam amino γ glutanil dipeptida serta mengandung 20-40% protein dan 30-50% minyak lemak dengan komponen utama asam oleat, asam linoleat (7090%). Aroma yang ada disebabkan keberadaan dari zona 2,6 dien-1-ol.

INDIKASI:

Bakteria, Basilus, beri-beri, cacing pita, cacingan, demam, demulsen, disentri, dispepsia, diuretik, emetik, Escherichia, indurasi, infeksi, inflamasi, kanker, kanker abdomen, kanker hati, kanker kandung kemih, kanker lambung, kelemahan empedu, kondiloma, kulit, kulit melepuh, Listeria, luka bakar, malaria, mengurangi demam, nyeri (infeksi/luka), oftalmia, panas yang menyengat, pembengkakan, penyakit hati, penyakit kulit, penyakit lambung, penyakit saluran kemih, penyakit usus, pneumonia, sakit kepala, sakit tenggorokan, Salmonella, sariawan, sistosis, spermatorea, stranguria, taenifuga, tonik, tumor, vermifuga.

PENGGUNAAN TRADISIONAL:

Penggunaan sehari-hari buah Cucumis sativus berkhasiat mengatasi tekanan darah tinggi, penyegar badan, tabir surya dan bahan kosmetika. Bijinya sebagai obat cacing. Mentimun berperan dalam menarik kotoran pada lubang pori-pori dan sangat cocok bagi kulit sensitif. Selain itu mentimun dapat juga digunakan untuk memutihkan kulit, menghilangkan noda wajah dan melebabkan kulit. Untuk minum: Secukupnya diparut atau dimakan mentah. Pemakaian luar: Buah secukupnya dicuci bersih lalu diparut sebagai: eyestrain dengan cara letakan potongan mentimun di atas mata saat beristirahat dan mengatasi luka bakar.

  • Dipakai untuk kompres pada demam, dibubuhkan pada luka, luka bakar, bercak noda di kulit, jerawat, membersihkan kulit muka yang berminyak dan mengurangi kulit yang gatal.
  • Digunakan untuk mengatasi iritasi saluran kencing, nyeri yang menusuk pada pinggang nyeri rematik di bahu, ketidakmampuan untuk buang air kecil dan sistitis
  • Meredakan spasme pada nyeri punggung bawah setelah melancarkan urin dan mengubah warna urin menjadi jernih.
  • Cacing pita. Gunakan 60g biji dan campurkan dengan madu. Ambil puasa dan diikuti setelah 2 jam oleh katarsis.
  • Orang Afrika melaporkan bahwa jus mengusir ngengat ikan, mengusir kutu kayu dan kulit yang tertinggal di lantai. Akan membunuh kecoak yang memakannya dalam tiga atau empat malam.
  • Orang Arab menggunakan bubur buah untuk menenangkan dan memutihkan kulitnya.
  • Pengobatan Ayurvedik menganggap buah sebagai afrodisiak, diuretik, obat penurun panas, pencahar, dan tonik, mengobati asites, kelemahan empedu, kelelahan, dan insanitas.
  • Orang Indocina menggunakan manisan mentimun pada disentri anak-anak.
  • Orang Indonesia menggunakan buah atau jusnya untuk batu empedu dan sariawan.
  • Orang Korea membuat salep mentimun untuk luka bakar, kulit melepuh, dan kelainan kulit.
  • Orang Lebanon mencampur getah yang merembes dari kulit mentimun dengan yogurt untuk mengobati pilek. Orang Lebanon menggunakan salad favorit, laban (mentimun dan yogurt), untuk melembutkan kulit, menghilangkan jerawat, ruam halus, dan menyembuhkan sengatan sinar matahari.
  • Orang-orang Madagaskar menggunakan buah sebagai antelmintik, sebuah penggunaan muncul di banyak kebudayaan.
  • Orang Peru mengoleskan mentimun teriris ke masalah mata dan pembengkakan.
  • Membersihkan kotoran kulit dan mencegah keriput: campurkan bagian mentimun dan yoghurt yang sama dan oleskan.
  • Tekanan darah tinggi .
    1. 2 buah ketimun segar dicuci bersih lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.
    2. Tekanan darah tinggi dipakai ± 300g buah segar Cucumis sativus, dicuci lalu diparut, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.
  • Sariawan. Setiap hari makan buah ketimun sebanyak 9 buah. Lakukan secara rutin.
  • Membersihkan ginjal. Ketimun segar dicuci lalu diparut. Hasil parutannya diperas dan disaring. Airnya diminum sedikit demi sedikit sampai lambung terbiasa menerima cairan ketimun.
  • Demam. Ketimun secukupnya dicuci bersih, lalu diparut. Hasil parutannya diletakkan di atas perut.
  • Jerawat. Buah ketimun dicuci lalu diiris-iris. lrisan ketimun ditempelkan dan digosok-gosok pada kulit yang berjerawat. Lakukan setiap hari.
DOSIS HARIAN:

Belum kami ketahui. Namun untuk penggunaan tradisional dapat dilihat diatas. Pemakaian untuk hipertensi maksimum sebanyak 150 g, dibuat jus atau diparut dan diperas airnya.

KONTRAINDIKASI, INTERAKSI, DAN EFEK SAMPING:

Belum diketahui. Bahaya dan/ efek samping yang tidak diketahui untuk dosis terapi yang tepat.

SUMBER INTERNET:
  1. Classification | USDA PLANTS, https://plants.usda.gov/classification.html

  2. Dr. Duke's Phytochemical and Enthnobotanical Databases, https://phytochem.nal.usda.go

  3. The Plant List is a working list of all known plant species, http://www.theplantlist.org

  4. Tanaman Obat Indonesia, http://iptek.net.idindpd_tanobat

  5. Warung informasi teknologi warintek. http://warintek.ristekdikti.go.id

TAUTAN GAMBAR:
  1. Category: Cucumis sativus, https://commons.wikimedia.org